Sunday, July 3, 2016

Mutasi Keluar STNK dari Sidoarjo ke Gresik

Kenapa harus mutasi ? 

karena masa laku (pajak 5 tahunan) STNK motorku akan habis pada tgl 31 Juli 2016 mendatang, jadi harus diperpanjang mumpung belum terlambat. Berhubung KTP saya sudah ganti alamat yg baru (Gresik) sementara alamat yg tertera di STNK masih alamat lama (Sidoarjo), jadi tidak bisa diperpanjang di samsat kota asal penerbit STNK tersebut (Sidoarjo). Solusinya, mau tidak mau harus dimutasi ke samsat kota alamat saya yang baru (Gresik), termasuk perpanjangan STNK & ganti Plat juga dilakukan di sana.

Sebetulnya bisa tetap diperpanjang di samsat kota asal jika tdk ingin mutasi, tapi harus pake KTP saudara/teman yg alamatnya SIDOARJO, jadi hanya balik nama. Sehingga nantinya nama yg tertera di STNK & BPKB otomatis nama saudara/teman yg kita pinjam KTPnya.

Pake jasa Calo tidak rekomended krn biayanya pasti sangat mahal. Di bawah. ini akan saya uraikan kronologisnya termasuk biaya-biayanya.

Sebelum berangkat siapkan dulu persyaratannya :
  1. BPKB asli
  2. STNK asli
  3. KTP asli
  4. Kwitansi pembelian (jika tangan pertama syarat ini tidak perlu)


Hari Pertama - Rabu, 8 Juni 2016

Berbekal informasi dari website resminya samsat sidoarjo www.samsatsidoarjo.info, saya sudah dapat banyak informasi mengenai prosedur mutasi STNK, untuk itu langsung saya meluncur ke Samsat Krian Sidoarjo.

Pukul 08:15
1.) Sesampai di Samsat Krian Sidoarjo, saya langsung menuju parkiran cek fisik motor, sempat ditawari jasa calo tapi saya tolak. Setelah parkir motor langsung menuju tempat fotocopi yg letaknya sebelah loket cek fisik. Serahkan BPKB, STNK, & KTP asli utk difotocopi, bilang mau mutasi, nanti sama petugasnya akan disortir sendiri. (Saran saya agar hemat biaya sebelum berangkat, difotocopi sendiri masing-masing rangkap 3 kemudian disini tinggal beli stofmapnya saja 3rb)
  • Syarat     : BPKB, STNK, KTP asli
  • Biaya       : Rp 10.000 (fotocopy & stofmap)
  • Proses     : langsung, tergantung antrian
  • Yg didapat : Berkas Mutasi yg isinya, BPKB&STNK&KTP asli & fotocopian 3 lmbar di jepret di dalam stofmap. 
 (Gb.01 - Lokasi parkir cek fisik)
(Gb.02 - Antrian Fotocopi)
(Gb.03 - Stofmap Khusus Motor isinya berkas mutasi)


2.) Setelah berkas difotocopi langsung menuju ke Loket Cek Fisik untuk menyerahkan berkas tersebut, bilang mutasi keluar, nanti akan diberi formulir cek fisik & stiker gesek. Setelah itu langsung ke petugas gesek (yg pake seragam khusus). Setelah stiker digesek petugas jangan lupa isi formulirnya sesuai data di STNK. Setelah itu langsung kembalikan lagi ke Loket Cek Fisik untuk divalidasi.
  •  Syarat       : Serahkan semua Berkas Mutasi
  •  Biaya         : Rp 5000 (sebenarnya gratis hanya saja petugas geseknya minta seikhlasnya)
  •  Proses       : langsung, tergantung antrian
  •  Yg didapat : Berkas Mutasi & Cek Fisik yg sudah divalidasi.

 (Gb.04 - Formulir Cek Fisik)

3.) Setelah dari Loket Cek Fisik selanjutnya kita akan diarahkan menuju ke Gudang Arsip letaknya tidak jauh di depan Loket Cek Fisik.
  • Syarat       : Serahkan semua Berkas Mutasi
  • Biaya         : -
  • Proses       : langsung, tergantung antrian
  • Yg didapat : Berkas Mutasi distempel Mutasi Keluar & Buku Induk Kendaraan
(Gb.05 - Loket Gudang Arsip)

Pukul 09:00 
4.) Setelah dari Gudang Arsip selanjutnya kita akan diarahkan ke Loket Mutasi Keluar letaknya di dalam gedung utama loket pojok kanan sendiri. Serahkan semua berkas, lalu kita diberi formulir, setelah diisi langsung kembalikan lagi ke loket mutasi. Tunggu lagi untuk dipanggil.

Pukul 09:33  
Dipanggil ke Loket Fiskal (letaknya bersebelahan dgn loket Mutasi), diberi selembar kertas (saya lupa waktu itu dokumen apa), kemudian disuruh menyerahkan lagi ke Loket Mutasi, diminta bayar biaya PNBP Rp 75.000, tunggu lagi utk dipanggil.

Pukul 09:50 
Dipanggil ke Loket Mutasi, diberi surat keterangan pengganti STNK (surat jalan). Ternyata berkas tidak langsung jadi, harus menunggu sekitar maksimal 1 (satu) bulan. Di surat keterangan tersebut sudah ditentukan tanggal pengambilan berkas, tapi kata petugasnya boleh mengambil sebelum tgl tersebut tapi harus telepon dulu ke samsat untuk memastikan apakah berkas sudah selesai atau belum.
  • Syarat        : serahkan semua berkas mutasi
  • Biaya         : Rp 75.000 (PNBP biaya resmi sesuai UU, masuk kas negara)
  • Proses       : maksimal 30 hari
  • Yg didapat : Surat Keterangan Pengganti STNK
(Gb.06 - Suasana di dalam Gedung Utama, masih sepi pengunjung krn saya datang sangat pagi)

Hari kedua - Senin, 27 Juni 2016

Karena saya ingin segera beres sebelum lebaran, maka setiap minggu saya telpon samsat untuk menanyakan status berkas saya jawabnya selalu belum, akhirnya di minggu ketiga (27 Juni 2016) saya telepon lagi ternyata sudah selesai. Saya langsung meluncur dan ambil berkas tersebut.
  • Syarat        : menyerahkan Surat Keterangan Pengganti STNK
  • Biaya         : -
  • Proses       : langsung, tergantung antrian
  • Yg didapat : 1 bendel/Stofmap Berkas Mutasi Keluar
 (Gb.07 - dapat Stofmap baru yg bertulis Mutasi keluar)
(Gb.08 - Isi di dalam stofmap, STNK asli, KTP asli, BPKB asli, Buku Induk Kendaraan, Form Cek Fisik, SKF, dll. Siap di bawah ke samsat kota tujuan)

Selesai, ternyata tidak sulit dan tidak mahal bukan jika mengurus sendiri, tentunya jika kita punya waktu luang dan sedikit kesabaran :)

Selanjutnya, berkas harus segera dibawa ke samsat kota tujuan (GRESIK) untuk proses mutasi masuk
 

Tips :
saran saya segera urus mutasi paling lambat 1-2 bulan sebelum masa laku STNK habis, agar tidak bayar pajak/PKB 2 kali jika sampai melewati masa berlaku STNK. Sesegera mungkin ambil berkas jika sudah selesai dan segera bawa ke samsat kota tujuan, takutnya berkas kadaluarsa karena menurut informasi dari petugasnya Surat Keterangan Fiskal (SKF) hanya berlaku 30 hari saja.


Demikian postingan saya mengenai cara Mutasi Keluar Kendaraan dari Samsat Sidoarjo ke Samsast Gresik, semoga bermanfaat.

Berikut ini jika ingin membaca postingan lanjutan Mengurus Mutasi Masuk ke Samsat Gresik.

0 comments:

Post a Comment

Jangan lupa tinggalin commentnya ya...
Terima kasih atas kunjungannya, saya tunggu kedatangannya di lain waktu.